TUTORIAL CARA MEMBUAT DAFTAR ISI PADA MICROSOFT WORD
LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA
Untuk langkah pertama,
ketiklah kerangka penulisan laporan seperti contoh di bawah ini (agar hasil lebih rapi sebaiknya ketik teks
saja, tanpa mem‐format
terlebih dahulu) :
HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PERSETUJUAN
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
ABSTRAK ATAU RINGKASAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Cara Pemecahan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Motivasi Belajar Belajar
Mandiri
Contextual Teaching Learning
BAB III METODE PENELITIAN
Metode Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Subjek Penelitian
Rancana Tindakan
Indikator Keberhasilan Tindakan
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan Tindakan
Hasil
Refleksi
BAB V SIMPULAN DAN SARAN‐SARAN
Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN‐LAMPIRAN
Instrumen Yang Digunakan Dalam Penelitian
Lembar Pengamatan
Hasil Kerja Dalam Pengisian/Pengerjaan Instrumen Oleh Guru
Hasil Kerja Dalam Pengisian/Pengerjaan Instrumen Oleh Siswa
Foto‐Foto Kegiatan
Daftar Hadir
A)
Pemanfaatan Document Map
Document Map adalah fasilitas
untuk navigasi ke seluruh bagian dokumen / naskah yang terstruktur. Dengan fasilitas ini, kita dapat menuju ke
bagian naskah tertentu dengan mudah dan
cepat. Langkah detail
untuk memunculkan document
map adalah sebagai berikut:
- Setelah naskah kerangka laporan selesai
diketik, pilih Tab menu View
- Klik pada Document Map.
B)
Mengaplikasikan Styles
Styles adalah fasilitas
untuk mendapatkan format pada naskah yang konsisten pada seluruh dokumen yang
dibuat. Format Styles mencakup jenis dan ukuran huruf, spasi dan indentasi,
penomoran, dan tabulasi. Keuntungan dari penggunaan styles adalah :
- struktur dan organisasi dokumen menjadi lebih jelas dengan menggunakan fasilitas view – document map.
- penyuntingan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
- style dapat disimpan dan dikopikan ke file lain untuk digunakan pada dokumen lain.
- dimungkinkan untuk membuat daftar isi (Table of Content) secara otomatis.
Langkah Detail:
- Pada Tab Menu Home, pada ribbon Styles, klik
kanan pada Heading 1. Pilih Modify
untuk memunculkan dialog box Modify Style. Klik kanan heading 1 – pilih modify
- Pada dialog box modify styles, atur font dan
paragraph sesuai dengan format baku. Kemudian klik OK
- Aplikasikan ke teks dengan Heading 1 dengan
memilih teks terlebih dahulu, kemudian klik pada ribbon Heading 1.
- Setelah klik pada Heading 1 pada teks yang
dimaksud, maka akan menghasilkan tampilan untuk heading 1 sebagai berikut :
Jenis huruf times new roman, ukuran 12, black,
paragraph 1.5 spasi, center
- Aplikasikan heading 1 ini untuk teks yang
lainnya yang setingkat, dalam hal ini, Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V, Daftar
Pustaka dan Lampiran. Dengan memilih teks terlebih dahulu, kemudian klik pada
ribbon heading 1 (yang telah di modify).
- Ulangi langkah 1 untuk modify heading 2. Pada
Tab Menu Home, pada ribbon Styles, klik kanan pada Heading 2. Pilih Modify
untuk memunculkan dialog box Modify Style. Atur sesuai dengan format baku,
misalnya: times new roman, 12, black, spasi 1.5, penomoran A. B. C…
- Aplikasikan heading 2 pada teks yang setingkat
pada Sub Bab berikutnya.
- Sesuaikan penomoran pada heading 2 dengan klik
kanan pada numbering‐nya kemudian klik pada restart at A
- Untuk menyesuaikan indentasi dapat digunakan ctrl+sift+m untuk maju, dan ctrl+m untuk mundur
- Ulangi langkah 1 atau 6 untuk modify heading
3. Pada Tab Menu Home, pada ribbon
Styles, klik kanan
pada Heading 3. Pilih
Modify untuk memunculkan dialog
box Modify Style. Atur sesuai dengan format baku, misalnya: times new roman,
12, black, spasi 1.5, penomoran 1. 2. 3…

C)
Mengaplikasikan insert – page break
Page break
pada latihan ini
digunakan untuk memisahkan
bagian dari naskah
agar bagian yang di page break akan selalu menempati pada baris pertama
pada bagian naskah tersebut, misalnya pada judul BAB. Dengan fasilitas ini
diharapkan apabila terjadi perubahan pada bagian naskah di atasnya, judul bab
akan tetap berada pada baris pertama pada halaman yang bersangkutan.
Langkah detailnya:
- Letakkan cursor pada bagian naskah yang akan dipisahkan.
- Klik pada tab menu insert, kemudian klik pada ribbon page break atau dengan short cut ctrl+enter
- Ulangi pada bagian naskah yang lain
- Letakkan cursor pada bagian yang akan dipisahkan
D)
Mengaplikasikan page layout – breaks – section
break
Section break pada
latihan ini digunakan untuk tujuan:
- Format penomoran yang berbeda dalam satu dokumen/naskah.
Contoh kasusnya adalah pada halaman awal naskah (halaman judul, pengesahan, kata pengantar dan seterusnya) menggunakan format penomoran I, ii, iii… sedangkan pada bagian isi (Bab) menggunakan penomoran 1, 2, 3…
- Orientasi atau page setup halaman yang berbeda dalam satu dokumen/naskah.
Contoh kasusnya adalah pada halaman tertentu pada naskah memuat tabulasi yang memerlukan orientasi halaman landscape, sedangkan halaman yang lain tetap portrait.
Langkah detainya adalah sebagai berikut:
- Letakkan cursor pada bagian yang akan di pisahkan dengan section break, misalnya antara abstrak dengan BAB I.
- Pilih tab menu page layout – breaks – section page – next page
- Letakkan cursor pada bagian yang akan dipisahkan
- Sedangkan antara Bab I dengan Bab berikutnya cukup dipisahkan dengan page break saja.

E)
Mengaplikasikan format penomoran halaman yang
berbeda dalam satu dokumen /
naskah
Pada contoh kasus ini
adalah penomoran halaman pada halaman awal dengan format i, ii, iii.. sedangkan
pada bagian isi (bab) menggunakan penomoran 1, 2, 3..
Langkah detailnya:
- Pilih pada document map – halaman judul, pilih
tab menu insert – page number - format
page number sehingga akan muncul dialog bog format page number. Pilih number
format I, ii, iii… kemudian klik OK
- Pindah ke halaman Bab I dengan menggunakan
document map, pilih tab menu insert ‐ page number – format page number sehingga
akan muncul dialog bog format page number. Pilih number format 1, 2, 3… start
at 1, kemudian klik OK

F)
Mengaplikasikan References – Table of content
untuk membuat daftar isi otomatis
Langkah detailnya:
- Pindah ke halaman daftar isi dengan menggunakan document map
- Pilh tab menu References – Table of Content – Insert Table of Content sehingga akan muncul dialog box Table of Content. Pilih tab leader dan level yang ingin ditampilkan. Kemudian klik OK.
- Sehingga akan menghasilkan daftar isi seperti gambar berikut:
- Jika naskah sudah mengalami revisi yang mengakibatkan perubahan nomor‐ nomor halaman, maka perubahan halaman pada daftar isi dengan menggunakan langkah update. Klik kanan pada daftar isi kemudian pilih update field.
- Klik kanan pada daftar isi – Update Field
G)
Mengaplikasikan Caption untuk Membuat Daftar
Tabel dan Gambar Otomatis Sebagai contoh kasus kita akan membuat table jadwal
pelaksanaan penelitian. Langkah detailnya membuat daftar table sebagai berikut:
- Pindah ke Sub bab Tempat dan Waktu Penelitian dengan menggunakan document map.
- Pilih tab menu References – Insert Caption, sehingga akan muncul dialog box Caption
- Klik pada button new label, kemudian isikan format penomoran tabelnya.
Misalnya, Tabel 3. (karena table berada pada Bab III), kemudian klik OK.
- Setelah muncul nomor table otomatisnya, kemudian ketik Judul Tabel‐nya dan sesuaikan format huruf dan paragrafnya.
- Setelah semua table sudah diisikan dengan cara seperti di atas, selanjutnya dapat dibuat daftar tabelnya. Pindah ke halaman daftar table menggunakan document map.
- Pilih tab menu Reference – Insert Table of figures. Pilih Caption label yang sesuai, kemudian klik OK.
- Dengan cara yang sama, kita dapat membuat daftar gambar dan lampiran.
Selesai.
Demikianlah TUTORIAL CARA MEMBUAT DAFTAR ISI PADA MICROSOFT WORD LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA. Semoga bermanfaat
Komentar