TEKS
DESKRIPSI KANGURU
LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA
https://id.wikipedia.org/wiki/Kanguru
Kanguru adalah
hewan asli Australia. Hewan ini termasuk hewan golongan marsupial ( hewan
berkantung ). Hal ini karena Kanguru betina mempunyai kantung yang ada di
bagian depan perut untuk memelihara anaknya sewaktu kecil.
A.
Morfologi Kanguru
Kanguru mempunyai kepala yang kecil, berbulu, dan bermoncong. Mereka bias
menggerakan kupingnya dari depan ke belakang mengikuti suara.kemampuan ini
sangat menolong mereka dari bahaya, terutama pemangsa.
Kaki belakang Kanguru ukuranya lebih besar dari kaki depan. Kaki ini
digunakan untuk melompat dan menyelamatkan diri dari musuh. Adapun kaki depanya
digunakan untuk menarik daun atau menggali tanah saat mencari air. Ekor Kanguru
kuat dan berotot. Ekor ini berfungsi sebagai penopang keseimbangan Kanguru saat
berdiri.
B.
Anatomi Kanguru
Pada bagian anatomi mamalia umumnya terdapat jantung (cor) sempurna yang terbagi
atas empat ruangan (dua auricula, dua ventricula), hanya archus aorticus
sinistrum masih ada, erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat. Pernafasannya
hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara, memiliki musculus diaphragmaticus yang sempurna memisahkan pulmo dan cor dengan rongga
abdominalis.Memiliki vesica urinaria,hasil ekskresi berupa cairan urine.Memliki
12 nervikranialis,otak berkembang baik. Kedua cerembrum dan cerebellum besar.
Suhu tubuh tetap (homoiotherm). Pada hewang jantan memiliki alat kopulasi
berupa penis,testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar
abdomen. Fertilisasi terjadi dalam,telur biasanya kecil tanpa cangkok dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya
memiliki mebrana embrionyca (amniom dan corium),biasanya memiliki plasenta yang
menghubungkan embrio dengan dingding uterus yang di gunakan untuk nutrisi dan
respirasi anaknya di asuh setelah lahir dan di susui.
C.
System gerak
pada Kanguru
Kanguru merupakan hewan yang unik, dia bergerak dengan cara melompat,
kanguru mampu melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam ( kategori lambat ), 40-45
km/jam ( umumnya ), 70km/jam ( cepat ). Kanguru dapat melompat seperti itu
karena didukung oleh struktur kaki terutama telapak kakinya yang dibentuk oleh
otot tebal yang juga dapat memantul-mantul, selain bergerak kanguru juga bisa
berlari dengan langkahan selang-seling kaki yang tidak menapak di tanah, jadi
seolah-olah seperti melompat, jika sedang berjalan seperti itu, kanguru
memerlukan bantuan dari ekornya untuk mengibas ke kiri dan ke kanan. Kanguru
tidak dapat berjalan mundur dikarenakan struktur tubuhnya yang melengkung ke
depan dan struktur ekornya yang berotot.
D.
System
pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan.
Kelenjar pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid,
infaorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan
saluran empedu dan saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum. Sekum
(caecum) berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks
vermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan organ
pencernaannnya terdiri dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum,
rectum, dan anus
E.
System eksresi
Ginjal berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut
pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung
kemih mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Kanguru
dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata
lain yang menggunakan kloaka. Kanguru dan
mamalia lainya memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus,
urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis.
F.
System pernapasan
Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang
memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang
mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang
terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh
depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan
gerakan melengkung keluar
G.
System
sirkulasi
Jantung berbilik empat pada Kanguru sama dengan mamalia lainya yaitu
mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat
sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh
tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan
oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari kelas reptile.
Sebgai hewan mammalian, Kanguru
memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan
vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.
H.
System endokrin
Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin
(kelenjar buntu). Hormon berfungsi mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah
laku, keseimbangan dan metabolisme. Hormon masuk ke dalam peredaran darah
menuju organ target. Jumlah yang dibutuhkan sedikit namun mempunyai kemampuan
kerja yang besar dan lama pengaruhnya karena hormon mempengaruhi kerja organ
dan sel.
Hormon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·
Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel
kelenjar endokrin dalam jumlah sangat kecil
·
Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang
terdapoat di sel target
·
Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus
·
Memiliki pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target,tetapi
dapat juga mempengaruhi beberapa sel target belainan.
Hormon terdiri dari 2 jenis berdasarkan struktur kimiawinya yaitu hormon
yang terbuat dari peptida (hormon peptida) dan hormon yang terbuat dari
kolesterol (hormon steroid). Perbedaan saraf dan hormon adalah saraf bekerja
cepat dan pengaruhnya cepat hilang. Sedangkan hormon bekerja lambat dan
pengaruhnya lama. Berdasarkan waktu pembuatan, kelenjar yang menghasilkan
hormon terbagi atas kelenjar yang bekerja sepanjang waktu ,contohnya: kelenjar
hipofisis,tiroid,pankreas,adrenal, serta kelenjar yang bekerja pada usia
tertentu, contohnya: kelenjar reproduksi dan kelenjar timus.
Hormon dikeluarkan dan masuk ke aliran darah dalam konsentrasi rendah hingga
menuju ke organ atau sel target. Beberapa hormon membutuhkan substansi pembawa
seperti protein agar tetap berada di dalam darah. Hormon lainnya membutuhkan
substansi yang disebut dengan reservoir hormon supaya kadar hormon tetap
konstan dan terhindar dari reaksi penguraian kimia. Saat hormon sampai pada sel
target, hormon harus dikenali oleh protein yang terdapat di sel yang disebut
reseptor. Molekul khusus dalam sel yang disebut duta kedua (second messenger)
membawa informasi dari hormon ke dalam sel. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang dihasilkan
dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis,
tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan
testis.
1.
Hipofisis
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam
hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar
hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian,
yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.
2.
Tiroid
(Kelenjar Gondok)
Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara
keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di
depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi
metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam
waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini
harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan
kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila
ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan
mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang
masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid
(Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme
meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain
yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid
membesar.
3.
Paratiroid /
Kelenjar Anak Gondok
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan
parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah.
Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah
menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah
pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam
darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang,
sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang
penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von
Recklinghousen.
4.
Kelenjar
Adrenal/Suprarenal/ Anak Ginjal
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap
ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu
bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).
Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala
sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah,
terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya,
produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa
darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus,
melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut
berdiri.
5.
Pankreas
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau
Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah.
Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi
glikogen untuk disimpan.
Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes(pada manusia).
Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang
bekerja antagonis dengan hormon insulin.
6.
Ovarium
Ovarium merupakan organ reproduksi betina. Selain menghasilkan sel telur,
ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium
yaitu sebagai berikut.
7.
Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang
oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda
kelamin sekunder pada betina. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri
yang dapat membedakan betina dengan jantan tanpa melihat kelaminnya.
8.
Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH
dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah
dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah
pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan
kehamilan.
9.
Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada jantan.
Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi
menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder.
I.
System
koordinasi
Sistem koordinasi atau system saraf pada Kanguru dan mamalia lainya secara
general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain.
Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak.
Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus
optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal
menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa
bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon,
lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata.
J.
System
reproduksi
1.
Jantan
Terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, dan penis. Vas deferens
melewati bagian lateral dan posterior untuk kemudian bergabung dengan uretra.
Kanguru jantan tidak memiliki vesikula seminalis, sehingga dalam siklus
spermatogenesisnya, csperma yang dihasilkan tidak disimpan terlebih dahulu di
kantung sperma melainkan langsung disalurkan. Kanguru memiliki saluran
epididimisnya berukuran lebar dan memiliki testis yang juga lebar. Pada ujung
penis kanguru, ditemukan sebuah percabangan dimana kedua cabang tersebut
keduanya berfungsi untuk berkopulasi. Dalam sekali berkopulasi, kanguru jantan
menghasilkan berjuta-juta sperma yang nantinya akan membuahi sel telur betina.
2.
Betina
Masa kehamilan pada kanguru betina berkisar antara 18-38 hari tergantung
spesiesnya, untuk spesies kanguru merah ( Macropus rufus ) mengalami masa
kehamilan sekitar 33 hari. Kanguru betina berkopulasi saat bayi dalam
kantungnya berganti puting susu, kanguru betina menghasilkan satu sel telur
yang dibuahi oleh satu sel sperma, sel telur yang telah dibuahi tidak selalu
langsung berkembang, sel telur tersebut memerlukan suhu yang minimum, oleh
karena itu, sel telur dalam rahim kanguru akan dapat berkembang bila pada musim
hujan. Namun jika kanguru tersebut berkopulasi saat musim hujan maka sel telur
yang dibuahi tersebut akan langsung berkembang selama 33 hari.
Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio
kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya
terjadi di dalam rahim.
Selesai.
Demikianlah TEKS DESKRIPSI KANGURU LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA. Semoga bermanfaat
Komentar