TEKS DESKRIPSI BUNGLON
LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA
https://id.wikipedia.org/wiki/Bunglon
Bunglon atau
londok (bahasa Sunda) adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam
suku (familia) Agamidae. Kadal lain yang masih sesuku
adalah cecak terbang (Draco spp.) dan Soa-soa (Hydrosaurus
spp.).
Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Bronchocela, Calotes, Gonocephals, Pseudocalotes dan lain-lain. Bunglon bisa mengubah-ubah warna
kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku
Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau
abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.
Bunglon Surai
Bunglon surai memiliki nama ilmiah Bronchocela jubata
Duméril & Bibron, 1837. Dalam bahasa lain, dikenal dengan nama bunglon
(Jkt., Jw.), londok atau lunduk (Sd.), atau green crested
lizards (Ingg.). Nama lainnya dalam bahasa Inggris cukup menyesatkan: bloodsuckers,
karena pada kenyataannya kadal ini tidak pernah menghisap darah.
Bunglon ini menyebar di pulau-pulau Jawa, Borneo atau Kalimantan, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, Kepulauan Salibabu, dan Filipina.
Deskripsi tubuh
Bunglon kebun yang berukuran sedang, berekor panjang
menjuntai. Panjang total hingga 550 mm, dan empat-perlimanya adalah ekor.
Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai ("jubata"
artinya bersurai) daripada bentuk mahkota, tidak seperti kerabat dekatnya B.
cristatella (crista: jambul, mahkota). Gerigi ini terdiri dari
banyak sisik yang pipih panjang meruncing namun lunak serupa kulit.
Kepalanya bersegi-segi dan bersudut. Dagu dengan
kantung lebar, bertulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar,
lentur, tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.
Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau muda sampai
hijau tua, yang bisa berubah menjadi coklat sampai kehitaman bila merasa
terganggu. Sebuah bercak coklat kemerahan serupa karat terdapat di belakang
mulut di bawah timpanum. Deretan bercak serupa itu, yang seringkali menyatu
menjadi coretan-coretan, terdapat di bahu dan di sisi lateral bagian depan;
semakin ke belakang semakin kabur warnanya.
Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai
keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki
coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke
belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya.
Sisik-sisik bunglon surai
keras, kasar, berlunas kuat; ekornya terasa bersegi-segi. Perkecualiannya
adalah sisik-sisik jambul, yang tidak berlunas dan agak lunak serupa kulit.
Kebiasaan
Bunglon yang kerap ditemukan di semak, perdu, dan pohon-pohon peneduh di kebun dan pekarangan ataupun ladang. Sering pula
didapati terjatuh dari pohon atau perdu ketika mengejar mangsanya, namun dengan
segera berlari menuju pohon terdekat.
Reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang
dijumpainya: kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini
kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah
tertiup angin.
Sering juga bunglon surai terlihat meniti kabel listrik dekat rumah, untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain.
Bunglon surai bertelur di tanah yang gembur, berpasir
atau berserasah. Seperti umumnya anggota suku Agamidae, induk bunglon menggali
tanah dengan mempergunakan moncongnya. Kulit telurnya berwarna putih, lentur
agak liat serupa perkamen.
Sebuah pengamatan yang dilakukan di hutan Situgede, Bogor mencatat bahwa telur
bunglon surai dipendam di tanah berpasir di bawah lapisan serasah,
persisnya di bawah semak-semak di bagian hutan yang agak terbuka. Telur
sebanyak dua buah, lonjong panjang lk. 7×40 mm, diletakkan berjajar dan
ditimbun tanah tipis. Di Gunung Walat, Sukabumi,
didapati telur yang diletakkan di lapisan humus yang halus di
tengah-tengah jalan setapak.
Keistimewaan
Di saat Bunglon merasa terancam, maka akan mengubah
warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga
keberadaannya tersamarkan. Fungsi penyamaran demikian disebut mimikri. Hal
ini berbeda dengan "kamulase", yakni penyamaran bentuk atau warna hewan yang
menyerupai makhluk hidup lain.
Selesai.
Demikianlah TEKS DESKRIPSI BUNGLON LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA. Semoga bermanfaat
Komentar