Seni kriya adalah
cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses
pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bahasa Sanskerta) yang
berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya
dan kerja. Dalam arti khusus adalah “mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan
benda atau obyek yang bernilai seni” (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).
Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya
terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.
Utility
atau aspek kegunaan
a.
Security
yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu.
b.
Comfortable,
yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap.
Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
c.
Flexibility,
yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitu
barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terap
dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak
mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
2.
Estetika atau syarat keindahan
a.
Sebuah barang terapan betapapun enaknya
dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakai barang itu tidak merasa puas.
Keindahan dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagi pemakainya. Dorongan
orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jika barang itu
diperindah dan berwujud estetik.
Perkembangan
seni rupa murni mancanegara di luar Asia berawal dari seni rupa Timur
Purba hingga sejarah seni rupa Eropa modern. Seni rupa Timur Purba dapat
dilihat melalui perkembangan seni rupa di Mesir. Kurun waktu perkembangannya
dapat diuraikan secara kronologis, yaitu dimulai dari sejarah seni rupa Mesir,
seni rupa Eropa Klasik, seni rupa Renaissance, seni rupa Barok dan Rokoko,
hingga seni rupa zaman modern.
Mesir
merupakan bangsa yang mempunyai peninggalan kebudayaan tertua di dunia (sejak
3400 SM). Bentuk karya-karya seni rupa bangsa Mesir berupa seni bangunan, seni
patung, relief, seni lukis, dan seni kriya. Seni bangunan Mesir terdiri atas
bangunan piramida, mastaba, dan
candi. Piramida dan mastaba merupakan
bangunan yang berfungsi untuk menyimpan mumi, sedangkan candi berfungsi sebagai tempat pemujaan.
Relief dan seni lukis Mesir banyak ditemukan pada dinding-dinding kuburan dan
peti mati. Peninggalan lainnya berupa benda-benda kriya, seperti tembikar,
perhiasan, dan mahkota.
Fungsi dan tujuan
pembuatan seni kriya
1.
Sebagai benda pakai, adalah seni kriya
yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah
sebagai pendukung.
2.
Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang
dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan
aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.
3.
Sebagai benda mainan, adalah seni kriya
yang dibuat untuk digunakan
4.
sebagai alat permainan
1.
Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan
yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau
kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.
2.
Seni kerajinan logam, ialah kerajinan
yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak. Sedangkan
teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai
dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan
lain-lain.
3.
Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang
menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah
ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo,
nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
4.
Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini
biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon,
pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjang dan
lain-lain.
5.
Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat
pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting) atau teknik cetak
(printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
Seni
kriya bangsa Mesir merupakan peninggalan kebudayaan tertua di dunia
(sejak 3400 SM). Bentuk karya-karya seni rupa bangsa Mesir antara
lain berupa:

Barang tembikar orang mesir adalah salah satu [dari] format
seni yang paling awal yang dikerjakan oleh Orang Mesir yang masa lampau.
Potongan ini dari periode yang Predynastic ( 5000 BC-3000 BC) dihias dengan
burung unta, perahu, dan disain geometris.

Orang Mesir masa lampau percaya bahwa jimat bisa melindungi
mereka dari kejahatan. Atas dari kiri ke kanan, jimat tiang djed, jimat wedjat
mata, dan jimat lontar bertunas, dibuat dari blueish faience, suatu tembikar
dipasangi kaca. Bagian tengah jimat buaya pucat dan suatu warna coklat jimat
obsidian. Paling bawah dari kiri ke kanan, jimat dewa burung elang falcon
Horus, jimat hati/jantung dari batu, dan jimat Dewa musik dan tarian.

Hieroglyphs di Pusara Ratu Amonherkhepsef (bertema religius
dicat berada pada dinding atas pusara),ditempatkan di Lembah Ratu. (Microsoft®
Encarta®, 2005).

Mumi Mesir Kuno Orang Mesir Yang masa lampau dipercaya
sebagai orang-orang yang pertama untuk praktek pembalseman, di mana suatu mayat
secara palsu dipelihara untuk memperlambat proses pembusukan. Orang Mesir
percaya bahwa itu adalah diperlukan untuk memelihara suatu badan dalam rangka
mengijinkan jiwa [itu] untuk survive.
Metoda Pembalseman masa lampau yang yang dimasukkan mencakup mayat [itu] dengan
karbonat air soda dan unsur alami menyuntik seperti tumbuh-tumbuhan bumbu
balsamic ke dalam rongga nya [sebelum/di depan] membungkus mayat [itu] dengan
kain, menciptakan suatu mumi. Hari ini penggunaan orang yang membalsem
siap-siap[kan] unsur kimia untuk memelihara suatu badan untuk [yang] mengamati
menyedihkan dan untuk mencegah yang di/tersebar infeksi/peradangan.
Di sekitar kita banyak sekali karya seni rupa, berbagai gambar pada
buku, iklan, atau kain, lukisan, anyaman tikar atau kursi rotan, desain kamar
dan taman, ataupun patung yang menghiasi rumah dan jalan merupakan hasil gagasan
manusia yang dicipta dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Seni yang pada
kegiatan penciptaannya memerlukan koordinasi antara mata dan tangan ini disebut
seni rupa. Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna
yang diwujudkan melalui media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan
gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
Seni rupa yang sering kita lihat di kehidupan sehari-hari itu, dibagi
dua menurut kegunaannya yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Disebut seni rupa murni
karena karya seni ini mengutamakan fungsi keindahan atau hanya untuk dinikmati
nilai atau mutu seninya dengan indera penglihatan.
Sedangkan seni rupa
terapan merupakan karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakainya selain juga
dinikmati mutu seninya. Seni rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua, yakni
seni kriya/kerajinan tangan seperti ukiran, anyaman, keramik, topeng, serta
batik, dan desain seperti ragam hias, produk, interior, eksterior.
Berdasarkan wujud atau dimensinya, karya seni rupa dapat dibedakan
menjadi dua, yakni karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga
dimensi. Disebut karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) karena wujud karyanya
berupa bidang atau memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Sehingga, karya seni
rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari satu sisi. Contoh karya seni rupa dua
dimensi adalah gambar atau lukisan. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi
(trimatra) wujud karyanya memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, atau
memiliki ruang (volume). Karya seni rupa tiga dimensi dapat dinikmati dari
berbagai sisi.
Kesenian merupakan ekspresi manusia
akan keindahan dalam bentuk tarian, musik, nyanyian dan lain sebagainya.
Berbagai macam kesenian, serta ke-khasan adat masyarakat seharusnya tetap
dipertahankan sebagai warisan dari
leluhur.
Untuk mempertahankan serta
melestarikan kebudayaan yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman tidaklah
mudah. Perlu kesadaran yang tinggi dari masyarakat sendiri. Oleh karena itulah
perlu suatu apresiasi serta pengembangan khusus yang paling tidak dapat
mengurangi arus dampak kemajuan atau globalisasi dunia.
Dalam menyusun makalah
ini, penyusun sangat berterima
kasih kepada pelbagai sumber informasi dan data yang telah penyusun gunakan
baik secara langsung maupun tidak langsung. Tentunya yang utama
adalah kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat, pengetahuan,
serta kemampuan bagi penyusun. Selain itu, penyusun juga
berterima kasih kepada seluruh pihak
yang telah senantiasa memberikan dukungan dan bantuannya yang sangat berarti
dalam penyusunan makalah
ini. Semoga
makalah sederhana ini dapat dapat berguna sebagai pengetahuan dan dapat memberikan dukungan
terhadap pelestarian kebudayaan.
Akhir kata, penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya
apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah
ini. Penyusun juga membuka kesempatan bagi kritik dan saran yang dapat
membangun dan mengembangkan makalah ini. Karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan akan terus
menerus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
http://blog-senirupa.blogspot.com
http://kubu-ayey.blogspot.com
http://merlinphantom.blogspot.com
http://mazgun.wordpress.com
Selesai.
Demikianlah MAKALAH SENI KRIYA BANGSA MESIR. Semoga bermanfaat
Komentar