TUTORIAL CARA RESET PRINTER CANON IP1980 LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA

TUTORIAL CARA RESET PRINTER CANON IP1980 LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA Bagi Anda yang mempunyai printer Canon IP 1980, mungkin suatu saat akan mengalami pinter yang Anda pakai tidak bisa langsung mencetak dokumen, lampu indikator berkelap-kelip dan muncul pesan “The ink absorber is almost full”. Solusi sementara yang mungkin Anda lakukan adalah menekan tombol RESUME seperti yang diperintahkan dalam pesan tersebut. Untuk sementara Anda bisa mencetak dokumen, tetapi kejadian ini terus berulang dan bahkan mungkin sampai printer tersebut hanya menampilkan lampu indikator yang nge-blink saja, tidak bisa ngeprint sama sekali. Kondisi tersebut sebenarnya umum terjadi pada printer inkjet. Pada printer tersebut terdapat tempat pembuangan tinta atau biasa disebut waste ink tank, didalam tempat pembuangan ini terdapat bahan semacam busa (ink absorber) untuk menyerap tinta buangan dari Catridge, misalnya ketika printer melakukan proses cleaning head. Untuk mencegah melube...

CERPEN PANGERAN DAN SERIGALA DARI RUSIA

 PANGERAN DAN SERIGALA DARI RUSIA



Dahulu di Rusia ada seorang raja kaya raya dan sangat berkuasa. Kebun istana sang Raja dikelilingi pohon dan bunga indah. Di antara sekian banyak kekayaannya, yang dibanggakan adalah pohon yang berbuah apel emas. Raja setiap hari pergi melihat dan memeriksa keadaannya.

Pada suatu hari, sebuah apel hilang. Hari berikutnya apel lainnya hilang lagi. Ketika apel ketiga hilang juga, Raja menjadi marah. Ia menyuruh orang-orang berjaga, tetapi tak ada yang bisa menemukan siapa pencurinya.

Raja mempunyai tiga orang putra. Yang pertama bernama Peter, yang kedua bernama Vassily dan yang ketiga bernama Ivan. Suatu hari, Raja memanggil ketiga putranya.

“Ada seseorang yang mencuri ketiga apel emasku,” kata Raja. “Dan aku telah memutuskan, barang siapa mampu menangkap si pencuri, ia akan kuberi separo kerajaanku.”

Putra pertama maju, “Aku akan berusaha, Ayah”. “Aku akan mencoba lebih dahulu. Aku akan berjaga di kebun malam ini.” Peter, putra pertama pergi ke kebun untuk berjaga di dekat pohon apel emas. Ia berusaha untuk tidak tidur, tetapi di tengah malam rasa kantuk menyerangnya dengan sangat. Ia pun tertidur. Esoknya ketika bangun, ia baru sadar bahwa sebuah apel telah dicuri lagi.

Raja kecewa sekali mendengar laporan putra pertamanya itu. Vassily, putra kedua giliran berjaga. Namun nasibnya tak jauh beda dengan Peter. Ia tertidur, dan tahu-tahu sebuah apel lenyap lagi dari pohon.

Ivan, putra bungsu maju menghadap ayahnya, “Ayah, saya akan berjaga malam nanti.”

Sang Raja tidak terlalu berharap banyak pada putra bungsunya. “Pergilah kalau kau mau. Paling-paling kau akan gagal seperti kakak-kakakmu.”

Malam harinya, Ivan berdiri di samping pohon apel. Ia bertekad untuk tidak akan duduk, ia berjalan mengelilingi pohon itu berjam-jam. Jika ia mengantuk, cepat-cepat membasuh matanya dengan embun sehingga ia terus terjaga. Usahanya berhasil. Suatu ketika ia melihat kilatan cahaya emas. Semakin lama semakin jelas bahwa cahaya itu ternyata berasal dari seekor burung yang bulunya berkilauan. Burung itu terbang menuju pohon apel emas.

Diam-diam Ivan mengawasi makhluk ajaib itu. Ketika burung itu mulai mematuk apel emas dengan paruh yang berbentuk permata, Ivan merangkak ke arah burung itu dan menyergap ekornya.

Si burung ajaib kaget dan berusaha melepaskan diri. Usahanya berhasil, tapi ada bulu berkilau yang  tertinggal di tangan Ivan.

Pagi harinya, Ivan membawa bulu burung itu kepada ayahnya. Ayahnya merasa senang. “Pasti burung emas! Dan harganya pasti jauh lebih berharga dari apel emas.”

Keesokan harinya, Raja memanggil putra-putranya. “Kalian harus mencari burung emas itu untukku. Jangan lupa, yang berhasil akan memiliki separuh dari kerajaanku.”

Peter dan Vassily menyiapkan kudanya dan segera berangkat. Tetapi Raja mengatakan kepada Ivan bahwa ia masih terlalu kecil untuk mengembara.

Ivan kecewa dan sedih. Ia memohon dan mengingatkan ayahnya bahwa ia telah melihat burung itu, sementara kedua kakaknya sama sekali tidak mengetahuinya.

Akhirnya Raja setuju. Ivan mengenakan baju perang, lalu berangkat ke hutan. Setelah berhari-hari, ia sampai ke sebuah batu besar. Ia naik untuk membaca pesan yang dituliskan di batu itu.

“Jika kau terus kau akan kelaparan. Belok kiri kau akan mati terkapar. Belok kanan kudamu akan hilang.”

Ivan berpikir keras. Kemudian dia memutuskan untuk mengambil jalan ke kanan. Ia telah menunggang kuda sepanjang hari, ketika tiba-tiba seekor serigala besar berwarna kelabu muncul dari semak.

Serigala itu melompat ke tubuh Ivan, membuat pemuda itu jatuh dari kudanya. Si kuda yang ketakutan berlari cepat masuk hutan.

“Kau membaca pesan di batu itu!” seru serigala sambil berlari menjauh. Ivan terbengong-bengong keheranan melihat serigala dapat berbicara.

Ivan segera bangkit. Kini ia harus berjalan kaki. Ia sangat letih dan hampir putus asa. “Sepertinya aku tak akan menemukan si burung emas.”

Setelah tak tertahan lagi lelahnya, ia duduk beristirahat. Tiba-tiba serigala itu muncul lagi. “Maaf, aku telah mengejutkan kudamu. Tetapi kau telah melihat pesan di batu itu. Kalau kau kelelahan, katakan kau mau kemana dan aku akan mengantarmu pergi.”

“Aku mencari burung emas,” jawab Ivan.

“Hanya aku yang tahu tempat tinggal burung emas. Ia milik Raja Afron,” kata serigala. “Naiklah ke punggungku, aku akan membawamu ke sana.”

Begitu Ivan naik, serigala itu berlari kencang menembus hutan, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka tiba di tembok batu tinggi.

“Burung itu akan kau temukan di sana,” kata serigala, “tetapi hati-hati, apapun yang kau lakukan kau tak boleh menyentuh sangkarnya.”

Ivan memanjat tembok. Benar, burung emas itu ada disana, di dalam sangkar emas. Ia lupa pesan serigala dan menyentuh sangkar emas itu.

Seketika lonceng-lonceng berbunyi, dan para penjaga berlarian dari segala penjuru.
“Berhenti! Kembalikan burung itu!” teriak para penjaga ketika Ivan berbalik untuk lari.
Ivan tak berkutik. Ia ditangkap dan dibawa menghadap Raja Afron. “Mengapa kau mencuri burungku?” tanya Raja Afron dengan murka.

Ivan merasa malu. “Tuanku, burung emas milik Tuanku mencuri apel emas ayahku. Dan ayahku menyuruh untuk menangkapnya,” bela Ivan.

“Mengapa kau tak datang dengan baik-baik meminta kepadaku dan bukan mencurinya?” tanya Raja Afron lagi.

Raja Afron menatap tajam ke arah Ivan yang merasa sangat malu. “Sekarang begini saja. Aku bisa melupakan perbuatanmu kalau kau mau melakukan sesuatu untukku. Di kerajaan tetangga ada kuda bersurai emas. Bawa dia kepadaku dan aku akan memberikan burung emas kepadamu.”

Ivan setuju dan ia dilepaskan. Ia segera menemui serigala kelabu yang ternyata telah menunggu di luar tembok.

“Sudah kubilang jangan menyentuh sangkarnya. Tetapi mari, akan kubawa kau ke kerajaan tetangga,” kata serigala.

Dengan cepat serigala membawa Ivan menerobos hutan melalui jurang dan akhirnya mereka sampai di halaman sebuah puri yang besar. “Pergilah diam-diam,” pesan serigala. “Kudanya ada di sana, tetapi kau jangan menyentuh tali kekangnya.”

Ivan berjingkat-jingkat mendekati kandang. Ia bisa mendengar tukang kuda berbicara di balik pintu. Ia melihat seekor kuda bagus yang bersurai emas. Ivan berpikir bagaimana ia bisa menuntunnya keluar kandang. Lalu ia melihat ada tali tergantung di dinding. Tanpa berpikir panjang lagi, Ivan mengambil tali kekang itu dan mengalungkannya ke leher kuda.

Namun tiba-tiba saja terjadi keributan, para pelayan dengan marah mengelilingi Ivan.
“Anak muda! Kami akan menghukummu!”, bentak para pelayan.

Ivan dibawa ke hadapan Raja Kusman yang memandangnya dengan marah.
“Dari pakaianmu itu sepertinya kau seorang pangeran. Tapi mengapa kau datang mencuri kudaku???”.

Ivan menundukkan mukanya karena malu. Lalu Raja Kusman meneruskan ucapannya. “Harus kukatakan kepada semua orang bahwa perbuatanmu sangat tidak terhormat, tetapi mungkin kau bisa menolongku.”

Ivan menatap mukanya dengan penuh harapan.

“Di kerajaan sana ada seorang putri yang cantik. Namanya Helena,” kata Raja Kusman. “Aku sangat mencintainya. Bawa dia kepadaku dan aku akan mengampunimu.”
Ivan berkata, “Baik, Tuanku. Saya akan berusaha.”

Maka Raja Kusman melepaskan Ivan. Ivan segera menemui serigala kelabu dan menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.

Serigala kelabu mengeluh atas kecerobohan Ivan. Namun ia memaafkannya dan segera membawa Ivan menembus hutan untuk mencari Putri Helena.

Setelah menempuh perjalanan jauh, sampailah mereka di sebuah istana yang megah. Itulah istana Raja Dolmat. Agar tidak terjadi kesalahan lagi, kali ini serigala yang bertugas, sementara Ivan menunggu di dekat pohon ek.

Kini serigala masuk ke dalam istana dan bersembunyi di kebun istana.
Beberapa saat kemudian, Helena keluar diiringi beberapa pelayan wanita dan berjalan-jalan di antara bunga-bunga. Pada saat yang tepat, serigala kelabu keluar dan menangkap sang putri, lalu dia membawanya lari ke arah Ivan yang menunggu di bawah pohon ek.

“Cepat!” kata serigala. Ivan segera melompat di belakang Helena dan serigala itupun berlari kencang. Terdengar teriakan-teriakan marah dari istana. Dan suara-suara penunggang kuda yang mengejar. Tetapi para penunggang kuda itu tak mampu mengejar serigala yang lari secepat angin.

Ivan dan Helena berangkulan di punggung serigala. Sepanjang hari ia berlari lewat hutan dengan maksud kembali ke istana Raja Kusman.

Ivan pemuda tampan; Helena gadis yang sangat cantik. Segera saja mereka saling jatuh cinta. Ketika mendekati istana Raja Kusman, wajah Ivan nampak sedih. Serigala kelabu merasa ada yang tidak beres, maka ia menghentikan langkahnya.

“Ada apa, Ivan? Kenapa kamu sedih?”, tanya serigala.

“Aduh… aku tak mampu berpisah dengan Helena. Aku sangat mencintainya dan ia juga mencintaiku.”

“Oh, begitu masalahnya.”

Tanpa banyak bicara, serigala merubah dirinya menjadi gadis cantik persis dengan Helena. Ya, dengan kesaktiannya, serigala telah menyamar menjadi Helena.

“Sekarang, “kata serigala. “Tinggalkan Helena asli di tepi hutan ini, antarkan aku ke istana Raja Kusman. Jika kau teringat kepadaku, maka aku akan berubah lagi menjadi serigala dan kembali kepadamu.”

Kini Ivan mengantarkan Helena, jelmaan serigala, ke istana Raja Kusman. Raja Kusman sangat senang dan dengan gembira ia memberikan kuda bersurai emas kepada Ivan. Ivan segera membawa kuda itu ke tepi hutan menemui Helena.

Ivan dan Helena berboncengan di atas kuda bersurai emas menuju istana Raja Afron untuk mendapatkan burung emas. Saat itu, di istana Raja Kusman sedang berlangsung pesta pelaksanaan pernikahan Raja dengan Helena palsu. Ketika Raja Kusman hendak mencium pipi pengantinnya yang cantik, maka pada saat itu juga Helena palsu berubah menjadi seekor serigala. Semua orang yang ada disitu terkejut. Pesta menjadi gempar. Maka serigala dengan leluasa dapat meloloskan diri. Ia segera bergabung dengan Ivan dan Helena.

Ivan berkata, “Tinggal satu yang kita lakukan, yaitu menukar kuda bersurai emas dengan burung emas. Tetapi aku tak mau kehilangan kuda yang sangat indah ini. Sahabatku, kalau kau mampu merubah dirimu menjadi Helena, tentunya kau juga mampu merubah dirimu menjadi kuda.”

Serigala berpikir sejenak. Ia mulai menyukai Ivan dan Helena. Maka ia bersedia menolong dan mengabulkan permintaan Ivan. Dalam sekejap ia telah merubah dirinya menjadi seekor kuda yang sama persis dengan kuda yang ditunggangi Ivan.

“Kalau kau teringat kepadaku lagi,” kata serigala. “Maka aku akan kembali kepadamu.”
Ivan sangat lega. Ketika mendekati istana Raja Afron, ia meninggalkan Helena bersama kuda yang asli. Lalu ia menuntun kuda palsu jelmaan serigala.

Raja Afron sangat gembira melihat kuda bersurai emas itu. Dan dengan senang hati ia memberikan burung emas kepada Ivan.

Setelah Ivan membawa burung emas, ia kembali menemui Helena dan mengajak gadis itu menuju istana kerajaan ayahnya.

Dalam perjalanan, tiba-tiba Ivan teringat pada serigala kelabu. Pada saat itu Raja Afron sedang berburu menunggang kuda bersurai emas. Ia terkejut ketika kuda yang bagus itu tiba-tiba berubah menjadi serigala yang segera berlari menghilang.

Lengkap sudah apa yang dicari Ivan. Ia telah mendapatkan burung emas, kuda bersurai emas dan Helena yang cantik jelita. Serigala kelabu telah menyusul dan berlari di samping mereka, hingga mereka tiba di tempat serigala dulu menyerang kuda Ivan.

Serigala kelabu tiba-tiba berhenti. “Tugasku telah selesai,” katanya. “Sekarang aku harus meninggalkanmu.”

Ivan sangat sedih harus berpisah dengan sahabatnya yang setia. Ivan kemudian meneruskan perjalanan pulang. Jarak masih sangat jauh dan udara panas. Mereka merasa kelelahan dan harus istirahat. Ivan mengikat kudanya dan mereka berbaring di rumput lalu segera tertidur.

Pada saat itulah kedua kakak Ivan tiba disana. Mereka telah lama mencari burung emas, tetapi tentu saja tidak menemukannya. Peter membisikkan rencana jahat pada Vassily. Keduanya saling pandang, namun kemudian saling mengangguk. Peter mencabut pedangnya dan membunuh Ivan. Helena kaget dan terbangun, namun Vassily menodongkan ujung pedang ke lehernya. “Kau juga akan mati konyol jika sampai buka mulut pada ayah kami.”

Helena yang malang tak bisa berbuat apa-apa. Vassily menaikkannya ke punggung kuda bersurai emas dan dua saudara jahat itu menggiringnya ke istana ayah mereka.

Ivan terbujur kaku di hutan dan burung-burung gagak muda berkerumun di sekitar tubuhnya. Beberapa hari kemudian, serigala kelabu datang. Ia segera menangkap salah seekor burung gagak muda itu. Dan ibu burung gagak itu terbang turun memohon agar nyawa anaknya diampuni.

“Aku akan mengampuni anakmu kalau kau mau melakukan sesuatu untukku,” kata serigala kelabu. "Terbanglah ke atas gunung dan ambilkan untukku Air Kehidupan."

Ibu gagak yang panik itu setuju dan segera terbang. Ia kembali dengan sedikit air di paruhnya.
Segera saja serigala kelabu memercikkan Air Kehidupan ke atas tubuh Ivan. Beberapa saat kemudian, Ivan terbangun dengan keadaan segar bugar. “Apa yang telah terjadi?” tanyanya.

“Naiklah ke punggungku,” kata serigala. Sambil berlari menuju istana, serigala menceritakan apa yang telah menimpa diri Ivan. Ketika Ivan dan serigala itu mendekati istana ayahnya, ia melihat bendera-bendera berkibar. Dan masyarakat dengan pakaian yang bagus-bagus berbondong-bondong menuju pintu gerbang.

Hari ini Vassily akan dinikahkan dengan Helena, sedangkan Peter akan menerima separuh dari kerajaan ayahmu,” kata serigala.

Ivan bergegas menuju istana. Di sana, Helena berdiri dengan pakaian pengantin. Begitu melihat Ivan, Helena berlari menghambur ke dada kekasihnya itu. Sementara Vassily dan Peter tampak pucat.

Dengan bijak Sang Raja mendengar penjelasan Ivan. “Benarkah kalian melakukan perbuatan keji itu pada adik kalian sendiri???”

“Dia bohong, Ayahanda!” seru Peter.

“Tidak!” sergah Helena. “Hamba mengetahui dengan mata kepala sendiri perbuatan jahat mereka berdua.”

Ivan berkata, “Serigala ini juga menjadi saksinya. Jika kalian ingkar, dia akan mencabik-cabik tubuh kalian sampai habis!”

“Tid-…tidaaaakkk! Kami memang bersalah!” ujar kedua saudara itu ketakutan.
Raja segera mengusir dua saudara yang keji itu. Sementara Ivan mendapat separuh kerajaan ayahnya dan dinikahkan dengan Helena yang cantik jelita.


Selesai. 
Demikianlah CERPEN PANGERAN DAN SERIGALA DARI RUSIA. Semoga bermanfaat

Komentar