ASAL-USUL PADI DAN LEGENDA DEWI SRI
Dahulu di Jawa Tengah, terdapat seroang raja bernama Prabu Sri Mahapunggung atau Bathara Srigati di Kerajaan Medang Kamulan. Prabu Sri Mahapunggung memiliki seorang putri bernama Dewi Sri. Putri ini diyakini sebagai titisan neneknya, Bathari Sri Widowati. Selain cantik, Dewi Sri juga cerdas. Dewi Sri dikenal sebagai dewi padi, sedangkan adiknya Sadana sebagai dewa hasil bumi seperti umbi-umbian, kentang, sayuran, dan lainnya.
Dalam legenda, Dewi Sri mati karena Batara Guru gagal mencarikan buah yang dia idam-idamkan. Dalam legenda, Dewi Sri minta dicarikan buah yang telah dia idam-idamkan itu sebagai syarat sebelum Batara Guru bisa menyalurkan hasrat kepadanya. Batara Guru adalah ayah angkat Sri yang dalam legenda tergoda oleh kemolekan anaknya ini.
Seperti muncul dalam banyak legenda lain, syarat yang diajukan Sri adalah cara tersamar sebuah penolakan. Sayangnya, selama buah itu belum juga didapat, Sri tidak lagi punya selera makan. Dia pun mati.
Namun, kematian Sri dalam legenda menghadirkan kesuburan dan kehidupan. Dari kepalanya tumbuh pohon kelapa. Dari pusarnya tumbuh tanaman padi. Dari vaginanya tumbuh pohon aren. Dan dari dadanya mencuat buah gantung berupa pepaya. Dari tangannya tumbuh mangga. Dan dari kakinya tumbuh buah-buahan pendam seperti ubi dan ketela.
Inilah simbol kehidupan yang menjadi lakon keberadaan mitologi Dewi Sri hingga kini, terutama di kalangan masyarakat agraris dan petani padi.
“Para petani sangat mencintai Dewi Sri.
Kecintaan mereka diwujudkan dalam keprihatinan mereka memelihara padi,” tulis Sindunata, dalam tulisan Ketika Dewi Sri Sudah Pergi, yang tayang di harian Kompas edisi 24 Juni 1993. Dari kecintaan itu lahirlah kultur padi.
Tak mengherankan, lanjut Sindunata, jika para petani Jawa dulu memperlakukan tanaman padi bagaikan perempuan yang patut disayangi. Para petani sadar bahwa kehidupan pada hakikatnya adalah lemah—secara fisik—seperti perempuan.
“Sebagaimana hidup yang lemah itu selalu terancam oleh kekuatan yang hendak memperkosanya, demikian pula padi itu setiap saat dapat dimusnahkan oleh kekuatan alam yang hendak memusnahkannya,” ungkap Sindunata.
Selesai. Demikianlah ASAL-USUL PADI DAN LEGENDA DEWI SRI. Semoga bermanfaat
Komentar