DONGENG RAMBUT PUTRI NAYA
Putri Naya memiliki rambut yang amat panjang. Dia sangat
bangga dengan rambutnya itu.Tak heran, dia selalu menggerai rambutnya di setiap
kesempatan.
Rambut Putri Naya berwarna kuning bersemu jingga. Jika
terkena sinar matahari, rambutnya berkilau cantik. Jika disentuh, rambut itu
terasa licin dan halus. Semua orang mengagumi rambut Putri Naya. Karena amat
menyayangi rambutnya, Putri Naya bertekad untuk tidak memotong rambutnya sampai
kapan pun.
"Boleh saja tidak dipotong, tapi gelunglah rambutmu itu!
Rambutmu sudah lebih panjang dari mata kakimu. Bagaimana jika rambutmu terinjak
kakimu sendiri?" nasihat Ibu Ratu.
Namun, Putri Naya acuh. Dia pikir, tak mungkin dia menginjak
rambutnya sendiri. Bukankah aku sudah terbiasa begini? Begitu pikirnya.
"Tidak, Bu. Jika digelung, keindahan rambutku akan jauh berkurang,"
tolak Putri Naya tegas.
Rambut Putri Naya makin panjang. Akan tetapi, dia masih tak
mau menggelungnya, padahal Ibu Ratu sudah merayunya dengan memberi aneka tusuk
gelung yang cantik. Namun, Putri Naya bersikeras. Dia tak mau rambutnya
digelung.
"Sekali tidak tetap tidak," kata Putri Naya ketus,
saat Ibu Ratu menyodorinya tusuk gelung berbahan batu giok. Ratu menasihatinya
untuk memakai tusuk gelung itu saat acara ulang tahun kerajaan.
Akhirnya, Ratu menyerah. Putri Naya tetap menggerai rambutnya
di acara itu. Memang, dia tampak anggun dan cantik. Rambutnya seperti hamparan
permadani saat berjalan menuju singgasana. Semua orang memandangnya sambil
berdecak kagum. Namun, tidak dengan Ratu. Beliau justru cemas melihat rambut
putrinya itu.
"Lihat. Aku baik-baik saja, kan?" bisik Putri Naya
saat melewati ibunya. Ibu Ratu hanya bisa menggeleng-geleng melihat sikap
putrinya.
Tiba-tiba, saat acara ulang tahun hendak dimulai, sesuatu
terjadi. Terdengar suara bergemuruh. Langit dan tembok pun bergoyang. Istana
serasa mau runtuh. Para tamu pun berteriak riuh.
"GEMPA!"
Semua orang melarikan diri. Mereka berebut keluar ke halaman
istana. Malang bagi Putri Naya, rambutnya terinjak-injak oleh para tamu yang
histeris. Berulang kali dia nyaris terjengkang karena rambutnya tertarik ke
sana sini.
"Toloooong!" teriak Putri Naya sambil berusaha
menyelamatkan diri. Ups, dia terjatuh. Kakinya terbelit rambutnya sendiri.
Putri Naya menangis, dia takut sekali, apalagi beberapa perabotan istana mulai
bergelimpangan. Lampu kristal besar di atasnya seperti mau roboh menimpanya.
Jantung Putri Naya berdegup kencang. Kakinya masih saja
terbelit. Untunglah, tak berapa lama kemudian, gempa reda.
"Anakku! Aku cemas memikirkanmu." Ibu Ratu
menyeruak masuk.
"Maafkan aku, Bu. Ternyata nasihat Ibu benar. Andai saja
aku menggelung rambutku, tentu keadaanku tak separah ini." Putri Naya
meringis melihat kakinya yang lebam.
Ibu Ratu tersenyum, "Ingatlah, Nak. Seorang ibu tahu apa
yang terbaik untuk anaknya." Putri Naya mengangguk. Sejak saat itu, Putri
Naya selalu menaati nasihat ibunya.
“Pesan kasih sayang
dari Kumpulan Cerita Nusantara : Rambut Putri Naya adalah
Pernahkah kalian merasa
jengkel saat Mama menyuruh untuk Melakukan hal yang tidak kalian sukai?
Misalnya, Mama menasihati, lebih baik menggunakan tas dorong daripada tas
ransel. Akan tetapi, kalian tidak menurutinya, sebab tas ransel yang kalian
punya bergambar tokoh kartun idola, sedangkan tas dorong yang dibelikan Mama
tidak bermotif dan bergambar.
Sssstt ... di balik
semuo permintaannya, ternyata Mama adalah orang yang paling menyayangi kita,
lho. Mama tentu tak ingin anaknya terluka. Tas ransel yang berlalu berat dapat
membuat punggung kalian cedera.Jadi, tidak perlu cepat—cepat kesal, ya, saab
Mama menyuruh kalian melakukan hal yang tak sesuai kehendak. Tak ada orang lain
yang menyayangi kalian selain kedua orang tua, terutama mama.”
Selesai. Demikianlah DONGENG RAMBUT PUTRI NAYA. Semoga bermanfaat
Komentar