ROBERT BADEN-POWELL
LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA
Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron Baden-Powell
ke-1, Bt, OM, GCMG, GCVO, KCB (22 Februari 1857 - 8 Januari 1941), juga dikenal sebagai BP, bipi atau Lord Baden-Powell, adalah
letnan satu umum di tentara, penulis, dan pendiri Gerakan Kepanduan.
Setelah bersekolah di Charterhouse, Baden-Powell bertugas di
Angkatan Darat Inggris dari tahun 1876 sampai 1910 di India dan Afrika.
Pada tahun 1899, selama Perang Boer Kedua di Afrika Selatan, Baden-Powell berhasil
mempertahankan kota yang di Pengepungan Mafeking. Beberapa buku bertema militer yang
ditulis untuk pengintaian dan pelatihan pandu di Afrika tahun itu banyak dibaca oleh anak laki-laki. Berdasarkan buku-buku sebelumnya,
ia menulis Scouting for Boys, yang diterbitkan tahun 1908 oleh Pearson,
untuk pembaca remaja. Selama menulis, ia menguji gagasannya melalui perjalanan
berkemah di Pulau Brownsea dengan Brigade Pemuda dan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907,
yang kemudian dianggap sebagai awal dari Kegiatan Kepanduan.
Setelah pernikahannya dengan Olave St. Clair Soames,
Baden-Powell, adiknya Agnes Baden-Powell dan terutama istrinya yang sangat aktif memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepanduan Putri. Baden-Powell meninggal di Nyeri, Kenya pada tahun 1941.
Kehidupan awal
Baden-Powell dilahirkan dengan nama Robert Stephenson Smyth
Powell, atau lebih akrab dengan panggilan Stephe Powell, di Jalan Stanhope
nomor 6 (sekarang Stanhope Terrace nomor 11) Paddington, London pada 22 Februari 1857. Dia diberi nama Robert Stephenson; sedangkan Smyth adalah nama gadis dari
ibunya. Ayahnya seorang Pendeta bernama Baden-Powell, seorang Savilian yang mengajar geometri di Universitas Oxford dan telah memiliki empat anak dari kedua pernikahan sebelumnya. Pada 10 Maret 1846 di Gereja St Lukas, Chelsea,
Pendeta Powell menikahi Henrietta Grace Smyth (3 September 1824 - 13 Oktober 1914),
putri sulung Laksamana William Henry Smyth dan 28 tahun lebih muda. Dengan
begitu cepat lahirlah Warington (awal 1847), George (akhir 1847), Augustus (1849) dan Francis (1850). Setelah tiga anaknya meninggal ketika masih sangat muda, mereka telah memiliki
Stephe, Agnes (1858) dan Baden (1860).
Ketiga anak termudanya dan Augustus sering sakit-sakitan. Pendeta Powell meninggal ketika Stephe berusia tiga
tahun, dan sebagai penghormatan kepadanya serta untuk mengatur anak-anaknya
sendiri yang terpisah dari saudara dan sepupu, ibunya (Henrietta Grace Smyth) mengubah nama keluarga menjadi Baden-Powell.
Selanjutnya, Stephe dibesarkan oleh ibunya, seorang wanita yang berketatapan
bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada
tahun 1933 "Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya."
Selepas bersekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells,
Stephe dianugerahi beasiswa untuk sekolah di Charterhouse.
Perkenalan pertamanya pada kecakapan kepanduan, yakni kecakapan memburu dan
memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga
merupakan kawasan terlarang. Dia juga pandai bermain piano dan biola, mampu
melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangannya serta gemar
bermain peran (drama). Masa liburan banyak dihabiskannya dengan melakukan
ekspedisi pelayaran atau bermain kano dengan saudara-saudaranya.
Karier Ketentaraan
Pada tahun 1876 , Baden-Powell bergabung dengan Hussars ke-13 di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin Pasukan Dragoon ke-5. Baden-Powell saling berlatih dan
mengasah kemahiran kepanduannya dengan raja Zulu Dinizulu pada
awal 1880 an di provinsi Natal, Afrika Selatan di mana resimennya
ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya.
Pada tahun 1896, Baden-Powell ditugaskan ke
daerah Matabele di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal dengan nama Zimbabwe)
sebagai Kepala Staf di bawah Jenderal Frederick Carrington selama Perang Matabele Kedua, dan disanalah pertama
kalinya ia bertemu dengan orang yang nanti menjadi sahabat karibnya, Frederick Russel Burnham, tentara kelahiran Amerika Serikat yang menjabat sebagai
kepala pasukan pengintai Inggris. Keberadaannya di sana akan menjadi pengalaman
yang sangat penting, bukan hanya karena Baden-Powell berkesempatan memimpin
misi sulit di wilayah musuh, tetapi saat-saat itulah Ia banyak mendapat
inspirasi untuk membuat sistem pendidikan kepanduan. Ia bergabung dengan tim
pengintai (mata-mata) di Lembah Matobo. Burnham mulai mengajari woodcraft
kepada Baden-Powell, keahlian yang juga memberikan inspirasi untuk menyusun
program/ kurikulum dan kode kehormatan kepanduan. Woodcraft adalah keahlian
yang banyak dikenal dan dikuasai di Amerika, tetapi tidak dikenal di Inggris.
Keahlian itulah cikal bakal dari apa yang kiri sering disebut Ketrampilan
Kepramukaan.
Keduanya menyadari bahwa kondisi alam dan peperangan di
Afrika jauh berbeda dengan di Inggris. Maka mereka merencanakan program
pelatihan bagi pasukan tentara Inggris agar mampu beradaptasi. Program pelatihan
itu diberikan pada anak-anak muda, isinya penuh dengan materi-materi tentang
eksplorasi, trekking, kemping dan meningkatkan kepercayaan diri.
Saat itu juga merupakan kali pertama bagi Baden Powell
mengenakan topi khasnya (Burnham mirip topi koboi) sebagai pengenal dan hingga
kini masih digunakan oleh anggota kepanduan di seluruh dunia. Selain itu,
Baden-Powell juga menerima sangkakala (terompet) kudu, peralatan dalam Perang
Ndebele. Terompet itu nantinya ditiup setiap pagi untuk membengunkn para peserta
Perkemahan Kepanduan pertama di Kepulauan Brown sea.
Baden-Powell pada sebuah kartu pos patriotik pada tahun 1900
Tiga tahun kemudian, di Afrika Selatan selama Perang Boer II.
Baden-Powell ditempatkan di kota kecil bernama Mafeking dengan jumlah pasukan
Boer yang jauh lebih banyak dari pada di tempat sebelumnya. The Mafeking Cadet
Corps adalah sekelompok anak muda yang bertugas membawakan pesan untuk pasukan
lain. Meskipun mereka tidak berpengalaman dalam menghadapi musuh, mereka
berhasil melawan musuh mempertahankan kota (1899–1900), dan kejadian inilah
yang juga menjadi salah satu faktor yang mengilhami Baden-Powell dalam membuat
materi kepanduan. Setiap orang dalam pasukan itu menerima bedge penghargaan
berbentuk jarum kompas yang dikombinasikan dengan ujung anak panah. Bedge ini
bentuknya mirip dengan fleur de lis, logo yang hingga kini digunakan sebagai
logo organisasi kepanduan di banyak negara di dunia.
Di Inggris Raya, orang-orang membaca berita prestasi
Baden-Powell dalam memimpin Pasukan Mafeking sehingga di negara asalnya itu, ia
menjadi “Pahlawan Nasional”. Hal ini memberikan keuntungan, karena buku kecil
yang ditulisnya “Aids to Scouting” menjadi terjual laris.
Sekembalinya ke Inggris, Ia melihat bukunya telah populer dan
banyak digunakan para guru untuk mendidik muridnya, dan juga para pemuda yang
aktif dalam organisasi. Karena itulah, Ia diminta untuk menulis ulang bukunya
tersebut agar mudah dipahami oleh anak muda, terutama untuk anggota Boys’
Brigade, sebuah orgaisasi kepemudaan yang besar dan bernuansa militer.
Baden-Powell mulai berpikir kemungkinan hal ini bisa berkembang jauh lebih
besar. Ia mulai mempelajari materi lain yang bsa menjadi bahan pelajaran dalam
kepanduan.
Juli 1906, Ernest Thompson Seton mengirimi Baden-Powell
salinan bukunya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians.
Seton, adalah orang Kanada yang lahir di Inggris dan tinggal di Amerika
Serikat. Ia bertemu dengan aden-Powell bulan Oktober 1906, dan mereka saling
berbagi ide tentang program pelatihan bagi pemuda. Tahun 1907, Baden-Powell
menulis draft buku berjudul Boy Patrols. Pada tahun yang sama, untuk menguji
idenya, Ia mengumpulkan 21 pemuda dengan latar belakan bermacam-macam (yang
diundang dari beberapa sekolah khusus laki-laki di London, yakni Poole,
Parkstone, Hamworthy, Bournemouth, dan Winton Boys’ Brigade units) dan
mengadakan perkemahan selama seminggu di Brownsea Island, Poole Harbour,
Dorset, Inggris. Metode yang diterapkan dalam perkemahan itu adalah memberikan
kesempatan pada para pemuda tersebut untuk mengatur kelompok mereka sendiri
dengan membentuk kelompok kecil dan memilih salah satu anggota kelompok sebagai
pemimpin.
Brownsea, 1908
Musim panas 1907, Baden-Powell melakukan promo dan bedah buku
barunya, “Scouting for Boys”. Ia tidak sekedar menulis ulang buku “Aids to
Scouting” yang lebih banyak materi kemiliterannya. DI buku yang baru itu, aspek
kemiliterannya diperkecil dan digantikan dengan teknik-tekni non-militer
(terutama survival) seperti pioneering dan penjelajahan. Ia juga memasukka
perinsip edukasi yang inovatif, disebut Scout method (metode kepramukaan). Ia
juga berkreasi dengan membuat game-game menarik sebagai sarana pendidikan
mental.
Scouting for Boys awalnya diperkenalkan di Inggris pada
Januari 1908 dalam 6 jilid. Pada tahun yang sama, buku tersebut dicetak dalam
bentuk satu buku utuh. Sampai saat ini, buku tersebut di peringkat ke empat
dalam daftar buku bestseller dunia sepanjang masa.
Mulanya, Baden-Powell diminta menjadi “pembina” organisasi
The Boys’ Brigade, yang didirikan William A. Smith. Kemudian, karena
popularitasnya semakin meningkat serta tulisannya tentang
petualangan-petualangan di alam terbuka, banyak pemuda yang mulai membentuk
kelompok kepanduan dan Baden-Powell “kebanjiran order” untuk menjadi pembina
kelompok-kelompok itu. Mulai saat itulah Gerakan Kepanduan (Scout Movement)
mulai berkembang dengan pesat.
Pulang ke Inggris
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan
ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan
telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to
Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang
berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara
spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada
tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade.
Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi,
Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya
dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912, Baden-Powell bertemu calon
isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia.
Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka
bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin
karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada
saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan
pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912.
Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita
(pertunganannya yang gagal dengan Juliete Magill Kinzie Gordon).
Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan
mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.
Perang Dunia I dan kejadian-kejadian selanjutnya
Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914,
Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab
diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan
beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang
mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell
terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan
mitos tersebut.
Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922,
dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin
Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem
penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari
negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana
mengucapkan namanya:
1.
Man, Nation, Maiden
2.
Please call it Baden.
3.
Further, for Powell
4.
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak
laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929;
anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:
·
Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
·
Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
·
Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada
1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak
laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan
masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit
kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan
psikosomatis dan dirawat dengan analisis mimpi. Sakit kepala ini berhenti
setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di
balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada
tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya
di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk
berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya,
di Nyeri, dekat Gunung Kenya,
pada 8 Januari 1941.
Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord
Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun
1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan
hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.
Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir
bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa
Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Kehidupan pribadi
Olave Baden-Powell
Pada bulan Januari 1912, Baden-Powell melakukan perjalanan
menuju New York dalam Perjalanan Dunia Kepanduan, dengan menggunakan kapal laut
Arcadian, pada saat ia bertemu dengan Olave St Clair Soames. Dia berumur 23 tahun, sementara
Baden-Powell berumur 55 tahun; mereka memiliki tanggal lahir yang sama, 22
Februari. Mereka menjadi tunangan di bulan September pada tahun yang sama,
causing a media sensation due to Baden-Powell's fame. Untuk menghindari
gangguan media massa, mereka menikah secara rahasia pada tanggal 31 Oktober
1912, di Gereja St Petrus, Parkstone. Kepanduan Inggris masing-masing
menyumbangkan satu penny untuk membelikan hadiah pernikahan untuk Baden Powell,
sebuah mobil (note that this is not the Rolls-Royce they were presented with in
1929). Terdapat monumen pernikahan mereka dalam Gereja St Maria, Pulau Brownsea.
Makam Baden-Powell
Baden-Powell dan Olave tinggal di Pax Hill dekat Bentley,
Hampshire dari 1919 sampai 1939. Rumah Bentley diberikan kepada ayahnya. Tidak lama setelah menikah,
Baden-Powell mulai menderita sakit kepala berkepanjangan, yang dianggap oleh
dokternya berasal dari gejala psikosomatik dan diobati dengan analisi mimpi. Sakit kepala itu hilang setelah ia
pindah ke tempat tidur sementara di balkonnya.
Baden-Powell dengan istrinya dan ketiga anaknya, 1917
Baden-Powell memiliki tiga anak, satu laki-laki (Peter) dan
dua perempuan. Pada tahun 1941 Peter meneruskan gelar Baden-Powell barony.
· Arthur Robert Peter (Peter), menyandang
gelar Baron Baden-Powell ke-2 (1913–1962). Ia menikah dengan Carine
Crause-Boardman pada tahun 1936, dan memiliki tiga anak: Robert Crause, later 3rd Baron
Baden-Powell; David Michael (Michael), current heir to the titles, and Wendy.
· Heather Grace (1915–1986), ia menikah dengan
John King dan memiliki dua anak: Michael, wafat ketika insiden tenggelamnya SS Heraklion, dan Timothy;
· Betty (1917–2004), ia menikah dengan Gervas Charles Robert Clay pada tahun 1936 dan
mempunyai seorang anak perempuan: Gillian, dan tiga anak laki-laki: Robin,
Nigel and Crispin.
Pada suatu ketika, saudara perempuan Olave bernama Auriol
Davidson alias Soames meninggal pada tahun 1919, Olave dan Robert mengambil
tiga keponakan, Christian (1912–1975), Clare (1913–1980), dan Yvonne,
(1918–1995?), dalam keluarga mereka dan menganggap mereka sebagai anak mereka
sendiri.
Pada tahun 1939, Baden-Powell dan Olave pindah ke Nyeri, Kenya,
dekat gunung Kenya, di mana ia sebelumnya telah
beristirahat. Sebuah rumah sebesar ruangan kecil, yang dinamakan Paxtu,
berlokasi di kawasan Hotel Outspan, milik Eric Sherbrooke Walker, sekretaris pribadi pertama Baden-Powell dan salah
satu inspektur kepanduan pertama. Walker juga memiliki Treetops Hotel, kira-kira sejauh 17 km dari pegunungan Aberdare, sering dikunjungi oleh Baden-Powell dan masyarakat Happy Vallet set. Pondok Paxtu disatukan ke dalam bangunan Hotel Outspan
dan berfungsi sebagai museum kepanduan kecil.
Baden-Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 dan
dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri. Batu nisannya diberi tanda sebuah
lingkaran dengan titik ditengah "ʘ", yang merupakan tanda jejak yang
berarti "Kembali pulang" (Going home), atau "saya telah kembali
pulang" (I have gone home): Ketika Olave istrinya wafat, abunya
dikirim ke Kenya dan dimakamkan disamping suaminya. Kenya mendirikan sebuah
monumen nasional Makam Baden-Powell.
Kepercayaan pribadi

Poster propaganda Perang Dunia I yang dibuat oleh Baden-Powell
Tim Jeal, yang menulis sebuah biografi berjudul Baden-Powell,
berpendapat bahwa Baden-Powell's distrust of communism led this implicit
support, through naïveté, of fascism. Pada tahun 1939, Baden-Powell dalam buku
hariannya menulis: "Lay up setiap hari. Baca Mein Kampf. Sebuah buku menakjubkan, dengan
pemikiran bagus terhadap pendidikan, kesehatan, propaganda, organisasi , dan
lainnya dan pemikiran dari Hitler tidak diprakterkan di dalam dirinya." Baden-Powell admired Benito Mussolini dalam karir awalnya sebagai pimpinan fasis Italia.
Beberapa lambang "Terima Kasih" pada Kepanduan
paling awal memiliki simbol swastika di
dalamnya. Dalam biografi yang ditulis oleh Michael Rosenthal, Baden-Powell memakai swastika karena beliau merupakan
seorang simpatisan Nazi. Terakhir, ketika Nazi menggunakan
swastika became well-known, Kepanduan berhenti menggunakannya.
Karya dan tulisan
Baden-Powell membuat lukisan dan menggambar setiap hari dalam
hidupnya. Kebanyakan memiliki karakter humoris atau informatif. Beliau mempublikasikan buku dan teks
lainnya selama tahun-tahun bertugas dalam dunia militer tentang keuangan
hidup-nya dan pendidikan dirinya.
Baden-Powell was regarded as an excellent storyteller. During
his whole life he told "ripping yarns" to audiences. Setelah menerbitkan Scouting for Boys,
Baden-Powell kept on writing more buku pegangan dan bahan pendidikan untuk
seluruh anggota kepanduan, as well as directives for Pemimpin Kepanduan. Pada
tahun berikutnya, ia juga menulis mengenai gerakan Kepanduan dan gagasannya for
its future. He spent the last decade of kehidupannya di Afrika, and many of his
later books had African themes. Saat ini, many pages of his field diary,
complete with drawings, disimpan di Museum Kepanduan Nasional di Irving, Texas.
Styles
Nama keluarga resmi berubah dari Powell untuk Baden-Powell oleh Lisensi
Royal pada tanggal 30 April 1902.
·
1857–1860: Robert Stephenson Smyth Powell
·
1860–1876: Robert Stephenson Smyth Baden-Powell
·
1876: Sub-Letnan Robert Stephenson Smyth Baden-Powell
·
1876–1884: Letnan Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell
·
1884–1892: Kapten Robert Stephenson Smyth Baden-Powell
·
1892–1896: Mayor Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell
·
1896-25 April 1897: Mayor (Bvt. Letnan Kolonel) Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell
·
25 April – 8 Mei 1897: Letnan Kolonel Robert
Stephenson Smyth Baden-Powell
·
7 Mei 1897–1900: Letnan Kolonel (Bvt. Kolonel) Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell
·
1900–1901: Mayor Jenderal Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell
·
1901–1907: Mayor-Jenderal Robert Stephenson
Smyth Baden-Powell, CB
·
1907–3 October 1909: Letnan Jenderal Robert Stephenson Smyth
Baden-Powell, CB
·
3 October – 9 November 1909: Letnan Jenderal Sir
Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, KCVO, CB
·
9 November 1909–1912: Letnan Jenderal Sir Robert
Stephenson Smyth Baden-Powell, KCB, KCVO
·
1912–1921: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson
Smyth Baden-Powell, KCB, KCVO, KStJ
·
1921–1923: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson
Smyth Baden-Powell, Bt.,
KCB, KCVO, KStJ
·
1923–1927: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson
Smyth Baden-Powell, Bt., GCVO, KCB, KStJ
·
1927–1929: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson
Smyth Baden-Powell, Bt., GCMG, GCVO, KCB, KStJ
·
1929–1937: Letnan Jenderal The Right Honourable The Lord Baden-Powell, GCMG, GCVO, KCB, KStJ
·
1937–1941: Letnan Jenderal The Right Honourable
The Lord Baden-Powell, OM, GCMG,
GCVO, KCB, KStJ
Selesai.
Demikianlah BIOGRAFI ROBERT BADEN-POWELL BAPAK PRAMUKA LENGKAP BESERTA GAMBAR DAN PENJELASANNYA. Semoga bermanfaat
Komentar